Selamat malam! Gimana malam minggu kalian? Adakah yang
lagi sibuk kencan sama doi-nya? Kalo aku mah upload review aja deh. Siapa
tau nanti bisa jadi bacaan saat pulang kencan. Hehe. 😁
Kali ini aku bakal review novel Hyouka terjemahan
Penerbit Haru. Oke, sebelumnya seperti biasa, aku akan kasih kalian identitas bukunya.
Berikut identitasnya :
🐾 Judul : Hyouka (氷菓)
🐾 Penulis : Yonezawa Honobu
🐾 Penerjemah : Penerbit Haru
🐾 Tahun terbit : Desember 2017
🐾 Jumlah halaman : 244 halaman
Sekarang giliran kalian intipin blurb-nya yaa.
>> BLURB <<
Kalau kita menyelidikinya, mungkin akan terjadi
hal-hal yang tidak baik.
Oereki Hotaro adalah pemuda hemat energi. Mottonya
adalah, “kalau tidak butuh dikerjakan, lebih baik tidak dikerjakan. Kalau harus
dikerjakan, sebisanya saja.”
Hanya saja, semua itu berubah saat dia terpaksa bergabung
dengan Klub Sastra Klasik. Chitanda Eru—gadis dengan rasa penasaran yang tinggi—mengubah
hari-hari Hotaro, dan dia harus memecahkan misteri demi misteri yang terjadi di
sekitar mereka.
Gara-gara Chitanda, mereka dihadapkan pada kasus 33
tahun yang lalu. Hanya saja, petunjuk mereka hanyalah sebuah antologi berjudul
Hyouka.
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*
Dilihat dari blurb-nya,
jelas genre cerita ini adalah misteri. Yaah, kurang lebih seperti detektif
gitu, menyelidiki sebuah kasus. Eh, nggak sebuah deh, banyak, tapi ada satu
kasus besar yang menjadi topik utamanya.
Udah jelas ya kasus apa. Yup, ada di blurb-nya. 😁
Kisah ini bermula dari datangnya surat dari Oreki
Tomoe, kakak perempuan dari Oreki Hotaro, yang hobi travelling ke berbagai negara. Isi surat itu meminta Oreki Hotaro
masuk ke Klub Sastra Klasik SMA Kamiyama, yang kabarnya akan dibubarkan karena
tidak memiliki anggota. Sejak masuk ke Klub itu, Oreki Hotaro mengenal Chitanda
Eru, tuan putri yang memiliki rasa penasaran tinggi. Tuan putri ini berhasil
mengubah motto hidup Oreki Hotaro. Hingga akhirnya, Chitanda Eru meminta
bantuan Oreki Hotaro untuk menjawab teka-teki masa lalunya, sekaligus
menyelidiki kasus 33 tahun lalu di SMA Kamiyama.
Well, jujur aku nggak terlalu tau tentang misteri dan
segala teknik pemecahan masalahnya. But, I think, pemecahan kasus dalam novel
ini ditulis secara runtut dan mudah dipahami. Apalagi, ini kan masih dalam
jenis cerita dengan latar sekolah dan anak SMA. So, kasus-kasusnya juga gak terlalu
berat.👌👍
Untuk tokohnya, lebih menonjolkan empat orang aja sih.
💙 Oreki Hotaro. Sang hemat energi. Pintar dalam
menganalisa membuat kesimpulan.
💚 Chitanda Eru. Sang tuan putri bagian dari klan
keluarga ternama di Kamiyama. Pintar dalam hal akademik, sopan, anggun, dan
memiliki rasa penasaran yang tinggi.
💛 Fukube Satoshi. Sang database. Memiliki pengetahuan dan informasi tentang hal yang tidak
berguna menurut Oreki Hotaro.
💜 Ibara Mayaka. Sang gadis dengan gaya yang imut. Juga memiliki
lidah yang tajam.
Selain empat tokoh diatas, ada tokoh sampingan yang
berperan dalam kasus kecil, seperti Toogaito-senpai. Juga ada Itoigawa-sensei
sebagai narasumber, dan Sekitani Jun sebagai orang yang diselidiki kasusnya.
Untuk terjemahannya, cukup baik dan mudah dipahami. Novel
ini juga dilengkapi dengan arti atau pengertian dari kata-kata asing. Namun,
aku beberapa kali menemukan typo, dan juga aku nggak paham kenapa kadang ada
beberapa kata yang pemenggalannya diberi tanda hubung padahal nggak ganti baris
bahkan bukan ejaan. Meskipun begitu, kita tetep bisa membacanya dengan jelas.👍
"Benar. Hyouka adalah sebuah sandi. Bukan... tepatnya permainan kata."—hal 222.
Ada yang bisa nebak apa arti Hyouka yang sebenarnya? Hmm,
apa sih yang dimaksud permainan kata?
Ending-nya, hmm.... gimana yaa, bikin penasaran, alias sedikit gantung.
Yaah, aku nggak ngerti sih apa itu hanya untuk menunjukkan sikap Chitanda yang
masih seperti biasanya setelah semua terungkap atau mungkin ada hubungannya
dengan kasus lain, mengingat Hyouka ini ada buku keduanya. Yang jelas, aku
sangat menunggu buku kedua terbit. 😆
Hmm, kayaknya udah kepanjangan yaa. Iya deh iya,
bentar lagi selesai. Kurang satu lagi nih. Kira-kira apa yaa yang bisa aku
petik dari novel ini.
Di cerita ini, menunjukkan kepada kita bahwa yang
berkorban tidak selalu menjadi pahlawan. Karena kita nggak pernah tau perasaan
seseorang. Entah orang itu melakukannya dengan sukarela atau terpaksa.
Kedua, kita jangan jadi pengecut. Lari dari tanggung
jawab gitu aja. Kita yang membuat masalah itu ada, maka kita wajib
menyelesaikan masalah itu.
Ketiga, nggak selamanya hidup warna-warni itu indah. Adakalanya,
kita harus menjadi abu-abu untuk menjadi diri kita sendiri.
Huftt, akhirnya selesai. Sekian review ala-ala dari
aku. Bila ada kurang lebihnya, atau mungkin ada yang merasa tersinggung, aku
mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih untuk Penerbit Haru yang udah mau
nerjemahin novel ini. Aku sangat menunggu buku keduanya, lho.😍
Rating : 4,5 of 5 🌟
See you! 💗

Comments
Post a Comment