Halo~
Seperti
janji aku, aku akan membuat review untuk buku kedua sampai keempat seri The
Chronicles of Audy-nya Kak Oriz. Kali ini, review untuk buku kedua yaa. ^_^
Sebelumnya,
kalian perlu tau nih, Guys, tentang identitas buku ini. Berikut identitasnya :
💦 Judul
: The Chronicles of Audy: 21
💦 Penulis
: Orizuka
💦 Penerbit
: Penerbit Haru
💦 Tahun
terbit : Juli 2014
💦 Jumlah
halaman : 308 halaman
Biar
makin penasaran, yuk simak blurb-nya. ^_^
~BLURB~
Hai. Namaku
Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja sampai aku
memutuskan untuk bekerja di rumah 4R.
Aku sempat
berhenti, tapi mereka berhasil membujukku untuk kembali setelah berhasil memberiku
titel baru: ‘bagian dari keluarga’.
Di saat aku
merasa semakin akrab dengan mereka, pada suatu siang, salah seorang dari mereka
mengungkapkan perasaannya kepadaku.
Aku tidak tahu
harus bagaimana!
Lalu, seolah itu
belum cukup mengagetkan, terjadi sesuatu yang tidak pernah terpikirkan siapa
pun.
Ini adalah
kronik dari kehidupanku yang semakin ribet.
Kronik dari
seorang Audy.
★—✩—★—✩—★
Kalo
dilihat dari blurb-nya, adegan apa nih yang paling kalian ingin baca dalam buku
ini? Kalo aku sih adegan saat seseorang nembak Audy. 😃
Buku
ini lebih membahas tentang apa sih arti 'bagian dari keluarga' terhadap Audy.
Di buku ini, hubungan Audy dengan keluarga 4R diceritakan semakin dekat. Audy
jadi banyak mengetahui apapun tentang 4R lebih dalam. Misal, Romeo yang ternyata
phobia sampo, sampai-sampai nggak mau keramas pake sampo. Atau Rex yang selalu
merasa kesepian dan butuh perhatian.
"Kadang aku mengharapkan suatu hal, walaupun di saat yang sama, aku berpikiran sebaliknya untuk menghindari rasa sakit yang mungkin timbul jika aku tidak mendapatkannya. Seringnya, aku akan tetap merasa sakit tanpa mengetahui bagaimana rasanya jika aku berpikiran positif." — Hal 156.
Kisah
ini mengajarkan kita untuk tetap bisa bersabar dalam segala hal. Bahkan
bersabar menunggu hal yang hampir tidak bisa diharapkan sekalipun. Terkadang,
jika hal itu terkabul, di sisi
lain, rasa takut juga hinggap di benak kita.
Takut kalo itu semua bukan kenyataan. Yang penting kita harus selalu percaya
dan yakin akan kehendak Allah. Jika Allah berkehendak, maka semua bisa terjadi.
Dan, yang paling penting kita harus selalu bersyukur.
Okey.
Tiba-tiba aku ingin membahas Rex. Jujur, aku terharu
pas baca bagian alasan Rex bersikap seperti itu. Kalian udah tau kan sikap Rex?
Nah, ternyata semua ada alasannya. Dia hanya merasa kesepian dan butuh
perhatian. Oke Rex, kita sama 😃✌
Sama-sama punya gengsi tinggi. Bedanya kalo aku lebih suka sepi daripada
keramaian. Prinsip aku: 'lakukan apa yang aku ingin lakukan'. Well, pada
dasarnya semua orang butuh pengertian dan pemahaman dari orang lain.
Oh
ya, untuk unsur instrinsik cerita, kayaknya aku nggak komentar deh. Hampir sama
dengan yang book 1. Gak kalah keren. Aku salut sama ide Kak Oriz yang
mengangkat konsep tentang orang-orang genius. Mungkin sedikit susah bikin pemikiran-pemikiran
seperti orang genius. 😊
Satu
lagi pelajaran yang dapat kita ambil. Kita jangan berpikiran negatif sebelum
tahu alasan yang sebenarnya.
Makasih Kak Orizuka atas book 2-nya ini.
Aku suka banget kalo buku ini tersedia di Google Play Store. Aku pikir mungkin akan susah nyari buku ini, karena kan udah diterbitin cukup
lama ya. Untung aja di Google Play Store dan beberapa toko buku digital
tersedia. Tapi sayangnya, untuk yang seri terakhir belum ada ya? Semoga segera
di-upload juga, biar koleksiku makin lengkap. Hehe 😊
Makasih yang
udah mau mampir baca review ala-ala dan amatiran ini. Semoga bisa menjadi
rekomendasi kalian untuk memilih bacaan. See you in next review. Babay. 😊👋💖
Rating : 5 of 5 (🌟🌟🌟🌟🌟)

Comments
Post a Comment