[Review Novel] The Chronicles of Audy: 4R

Halo, guys!

Udah baca review di instagram-ku belum? Gimana? Untuk yang belum baca, penasaran gak sama ceritanya? Ehem, karena ini buku udah lama terbit, jadi aku yakin pasti udah banyak yang baca. Buku ini cukup tenar, lho. Tapi aku telat banget masukin seri ini ke wishlist. :'(  Alhasil, aku baru baca, deh.

Karena aku udah bikin daily review-nya, sekarang aku mau bikin full review-nya. Btw, ini postingan review pertama aku di blog yang baru lahir ini. Silahkan dibaca. :')

**************************





Identitas Buku
Judul buku : The Chronicles of Audy: 4R
Penulis : Orizuka
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun terbit : Juli 2013
Jumlah halaman : 320 hlm

Blurb

Hai, namaku Audy. Umurku 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai kedua orangtuaku jatuh bangkrut karena ditipu.
Aku hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar sarjanaku. Selangkah lagi! Tapi kedua orangtuaku rupanya tega merusak momen itu.
Jadi sekarang, di sinilah aku berada. Di rumah aneh yang dihuni oleh 4 bersaudara yang sama anehnya. Regan, Romeo, Rex, dan Rafael.
Aku, yang awalnya berpikir akan bekerja sebagai babysitter, dijebak oleh kontrak sepihak dan malah dijadikan pembantu.
Terdengar klise? Mungkin, bagimu. Bagiku? Musibah!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang mendadak jadi ribet.
Kronik dari seorang Audy.

**************************

Blurb-nya terlihat simple, ya? Yup, tepat sekali. Penggunaan bahasa dalam buku ini memang ringan banget dan mudah dipahami. Dan memiliki ciri khas tersendiri. Kayak style bahasanya Audy banget gitu. Kalian pasti bisa dengan cepat menghabiskan buku ini. Kalo aku sih selesai berhari-hari, karena suasana sekitar yang tidak memungkinkan, yang bisa bikin aku nggak fokus baca. Aku tipe orang yang kalo baca harus benar-benar fokus, kalo nggak, nanti bisa satu paragraf 5 menit. Oke, walaupun bahasanya ringan, tapi banyak guyonan receh yang bikin aku ketawa sendiri pas baca atau mungkin tepok jidat karena kelakuan 4R yang ada-ada aja. Pokoknya dijamin nggak garing, deh!

Cerita ini diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, yaitu sudut pandang Audy. Aku suka POV ini, dan di cerita ini semua karakter tokoh bisa tergambarkan dengan jelas melalui pandangan Audy. Bahkan tingkah Audy sendiri dideskripsikan dengan baik sehingga pembaca mudah membayangkannya.

Penciptaan karakter tokoh juga kuat dan konsisten. Audy yang memiliki sifat ceria tapi rapuh dan ceroboh. 4R, yaitu Regan, Romeo, Rex, dan Rafael. Regan yang bersifat dewasa, perhatian, tapi perhitungan. Romeo, yang sok humoris, jorok, peduli. Rex, yang sok sinis, sensitif, dan cuek. Dan Rafael, yang balita genius dan dewasa sebelum waktunya. Semua sifat tokoh itu benar-benar digambarkan dengan jelas, sehingga membuat pembaca  dapat membayangkan tokoh-tokoh itu seperti kenyataan. Bahkan aku sendiri jadi suka sama sikap Rex yang sok cuek tapi perhatian /Ehem 😒

Hmm, apalagi yaaa. Oh iya, alur ceritanya menggunakan alur maju. Kayaknya aku gak menemukan alur flashback, deh. Palingan cuman flashback pikiran Audy saat mengingat kejadian sebelumnya hingga ia bisa mengalami kejadian sekarang, dan itupun cuma sekilas. Mungkin nggak masuk hitungan kali yaa. Hehehe. Tapi, mau alur maju kek, mundur kek, tetep aja sukaa. 💜

Perasaan aku saat baca bener-bener campur aduk banget. Kadang ketawa, kadang kasihan, terharu, emosi, dan ahh, pokonya campur aduk, deh. Kak Oriz bener-bener pintar dalam mengolah konflik. Gak berat sih, tapi ya gitu deh. Coba sendiri, deh, sensasinyaa /paansi 😒. Kalian pasti bakal tertarik dengan salah satu dari 4R *eitss, Rex punyaku, dudududu~. Oke back to the topic. Cerita ini menceritakan tentang masalah di keluarga 4R, yang beberapa tidak akrab satu sama lain; kronik kehidupan Audy yang sepertinya selalu tertimpa kesialan; dan sedikit kisah cinta Audy. Kalo menurut aku, tentang percintaan ini nggak terlalu mendominasi, tapi itu udah pas kok porsinya.

Pesan yang bisa aku petik dari cerita ini adalah cerita ini mengingatkan kita bahwa betapa susah payahnya orangtua, terutama ibu kita, dalam mengurus kita dan rumah tangga. Jadi, kita harus nurut yaa sama apa kata ibu. 😂 Dan, diam bukan berarti ga peduli. So guys, kalo kalian punya temen yang dingin, kaku, cuek, jangan langsung kalian judge pendiam dan ansos yaa. Dia itu cuman butuh pengertian kalian dan bisa jadi, dia gatau cara ngungkapinnya. Sebenarnya, tanpa kalian sadari, dia itu peduli banget sama kalian, tapi dengan caranya sendiri.

Selain itu, hidup itu penuh ujian. Mau nggak mau, kita harus menghadapi ujian itu. Kadang kala ujian itu berat, maka dari itu kita harus bersabar dalam menghadapinya.

Nah, kelihatannya udah semua aku bahas. Intinya, aku sukaa banget dan adegan-adegannya terngiang-ngiang di kepalaku setelah aku selesai baca. Untung aja seri bukunya sampai 4. Jadi bisa baca lanjutannya lagi, deh. Makasih untuk Kak Orizuka yang udah menyajikan bacaan seruu ini. Semoga aku bisa baca karya-karya Kakak yang lainnya. Dan semoga sukses kedepannya. 😊

Oke, nantikan review-ku selanjutnya untuk buku kedua sampai keempat. See you~!


Rating : 5 of 5🌟

Comments